TUMOR 45 KG BERHASIL DIANGKAT, SAYANG IBU MISIYEM TAK SELAMAT

Kemudian pada hari Minggu tanggal 18 Oktober kami sempat
terkejut bahwa pasien mau dibawa berobat. Sempat ada kelegaan diperasaan kami
saat mengetahui hal ini. Tapi kami mendadak terdiam sejenak dan tertegun
melihat kondisinya yang sekarang. Lemah, kurus, perut semakin membesar, susah
bernafas dan kedua kaki membengkak bahkan terluka. Sempat ada kekhawatiran
dalam benak kami. Masih bisakah? Bisa ataupun tidak kami harus segera bergerak
cepat.Bismillah niat membaikkan, begitulah niat kami.
Kondisi kritis, harus segera dilakukan penanganan tapi masih
terbentur masalah jaminan kesehatan dan administrasi kependudukan. Kami pun tak
membuang waktu melacak keberadaan jaminan kesehatan. Alhamdulillah dalam waktu
satu setengah hari, kami dibantu beberapa pihak terkait bisa temukan dan semua
administrasi lengkap.
23 Oktober 2015 kembali kami sempat dibuat lega dengan
adanya pemberitahuan dari pihak RS bahwa akan segera dilakukan tindakan operasi
pengangkatan tumor jam 11 siang. Pasien sudah siap bahkan sudah masuk di ruang
persiapan operasi Instalansi Bedah Sentral. Tapi ternyata ada pasien yang lebih
emergency masuk lewat IGD dengan kondisi lebih kritis dan sempat henti nafas
dan harus masuk ke ruang ICU. Kebetulan hari itu semua ruang ICU penuh tinggal
satu ruang yang awalnya khusus disediakan untuk Ibu Misiyem. Terpaksa operasi
ditunda karena tak mau ambil resiko dengan tidak adanya ruang ICU. Akhirnya mau
tak mau kami harus menandatangani re
scedule operasi. Sempat kami tanyakan resikonya jika dilakukan rescedule
operasi, apakah membahayakan ataukah tidak. Jawaban tim dokter waktu itu
insyaallah tidak terjadi apa-apa karena kalau dilihat dari riwayatnya dengan
menahan sakit seperti itu selama 10
tahun lebih, toh sampai sekarang masih bisa bertahan. Ditambah lagi akan ada
pengawasan dan pemantauan ketat dari tim dokter.
“ Insyaallah penyakitnya tak terlalu dikhawatirkan. Yang
kami khawatirkan adalah pasca operasinya. Kondisi sudah sedemikian rupa, ada
beberapa komplikasi. Ginjal ,lever, saluran buang air kecil, bahkan paru-paru
dari hasil lab tak bisa terbaca. Kami tak tahu apakah semua tertutup asites
ataukah tertutup tumornya. Melihat besarnya massa tumor kami berharap semoga
tak terjadi pelengketan ke organ vital yang nantinya akan mempersulit proses
operasinya. Untuk itulah kami tak berani ambil resiko jika ruang perawatan pasca operasi tak tersedia. Dan kami butuh
ruang khusus untuk perawatan pasca operasi dengan fasilitas terlengkap. Kami sudah
siapkan ruang ICU VVIP RI 1 yang seharusnya hanya boleh untuk di tempati
seorang presiden. Kami Tim Dokter sebenarnya dilema, jika kami tak lakukan tindakan nanti kami dikira
menelantarkan pasien. Tapi jika kami lakukan tindakan resikonya besar bahkan
bisa beresiko ke arah kematian, karena ini high risk operation. Berdoa saja
semoga semua lancar, yang pasti kami akan lakukan yang terbaik”, begitu
penjelasan Dr. Bambang sebagai perwakilan dari tim dokter. Ya kami paham
dokter, lakukan saja yang terbaik.
Akhirnya kepastian operasi kami dapatkan, info dari bagian
PATOLOGI ANATOMI memberitahukan bahwa operasi positif dilakukan pada hari
Selasa, 27 Oktober 2015 jadwal jam pertama jam 9 pagi. Dengan penanganan Tim
Dokter khusus, dan ruang operasi dengan fasilitas terlengkapnya. Semua siap
pasien masuk ke Ruang Instalansi Bedah Sentral pukul 08:30 WIB. Butuh bantuan
lebih dari 10 orang hanya untuk sekedar memindahkan pasien dari bed ke bed
operasi. Harus hati-hati dengan kondisi pasien yang lemah, memakai bantuan
oksigen untuk pernapasan , 2 buah infus dan 1 kantong air seni. Kondisi kedua
kaki yang sudah membengkak dan terluka juga membuat kami lebih berhati-hati
lagi. Ya seperti itulah gambaran kondisi pasien. Yang bahkan hanya membantu
merubah posisi miring dari kiri ke kanan atau sebaliknya ,atau sekedar
membantunya duduk setelah lelah berbaring butuh bantuan 4 orang.
Operasi Bu Misiyem kali ini mengingatkan kami pada operasi
Bu Kadiyem tahun lalu. Dengan kasus yang sama hanya saja Bu Kadiyem mengidap
penyakit itu selama 9 tahun. Waktu itu dengan berat tumor 16 kg dan asites
operasi berjalan cukup menegangkan karena operasi cukup rumit, melibatkan lebih
dari 4 dokter bedah specialis. Bahkan sempat terjadi pelengketan di usus dan
tumor hampir saja tak terangkat semuanya. Tim dokter juga sempat keluar masuk
ruangan operasi sekedar membertahu kami tentang naik turunnya kondisi pasien. Alhamdulillah
operasi dapat diselesaikan dengan baik. Untuk itulah untuk operasi Bu Misiyem
kali ini kami harus siap dengan kemungkinan terburuk sekalipun. Kami sudah
membayangkan operasi bakal berjalan lebih lama dan lebih rumit.
Sungguh diluar dugaan kami, operasi berlangsung tanpa
kendala berarti. Dokter hanya keluar ruang operasi satu kali itupun hanya untuk
meminta kami mengambil darah di bank darah sebanyak 5 kantong. Operasi
berlangsung kurang lebih selama 3 jam dan hasilnya bener-benar membuat kami
tercengang. Tumor seberat 45 kg berhasil diangkat dan unruk mengangkat tumor
memerlukan tenaga 4 orang. Hebatnya lagi tak ada pelengketan di organ vital.
Kelegaan yang terkira waktu itu yang kami rasakan. Kinerja Tim dokter
benar-benar luar biasa. Dan satu jam kemudian pasien dipindah ke ruang ICU.
Harapan kami Bu Misiyem bisa sembuh seperti dua pasien kami sebelumnya, Bu
Wakinem dan Bu Kadiyem yang menderita penyakit yang sama.
Ternyata kelegaan kami tak berlangsung lama. Pasca operasi
kondisi pasien mengalami naik turun. 4 jam pasca operasi Tuhan punya kehendak
lain. Pasien meninggal dunia. Dan inilah akhir dari perjuangan Bu Misiyem
melawan penyakitnya. Kami terdiam, tertunduk lesu mendengar berita duka ini.
Kami sudah berupaya melakukan yang terbaik agar pasien mendapat pelayanan dan
fasilitas terbaik pula, beliau mendapatkan itu. Tapi Tuhan memang lebih
menyayangi umatnya. Karena seperti penjelasan dokter, kalaupun pasien bisa
melewati masa kritisnya dan terangkat tumornya, pasien masih akan menderita
komplikasi. Diperkirakan pasien mengalami masalah di beberapa organ vital,
seperti kerusakan ginjal, paru-paru, saluran air seni. Kini Tuhan sudah
mengangkat semua sakit yang sudah 10 tahun lebih diderita Bu Misiyem.
Begitu mendengar
kabar duka itu kami yang baru saja sampai setelah mengantar pasien lain pulang
pasca kemoterapi langsung meluncur kembali ke RSD. Moewardi Solo untuk mengurus
jenazah Bu Misiyem. Menjelang magrib dengan diselimuti perasaan duka yang
mendalam kami antar jenazah beliau ke tempat peristirahatan yang terakhir.
Malam itu juga dengan sederhana beliau langsung dimakamkan. Tak ada taburan
bunga mawar, hanya ada taburan bunga bougenvile sebagai penggantinya.
Kini Bu Misiyem sudah terbaring tenang, semoga khusnul
khotimah, diterima semua amal perbuatannya selama ini,dan semoga sakit yang
dideritanya selama ini bisa sebaga penghapus dosa-dosanya. Terima kasih kami
ucapkan kepada semua pihak terkait yang selama ini sudah membantu Bu Misiyem
selama menjalani perawatan di RS. Banyak sekali yang sudah membantu hingga kami
tak bisa menyebut satu persatu. Selamat jalan Ibu Misiyem, tenanglah disana,
tersenyumlah sekarang karena sudah terbebas dari rasa sakitmu. Bahagialah
disana dan semoga mendapat balasan surga dari Tuhan atas ketabahan, keikhlasan
dan kesabaranmu selama sakit ini. Kami disini akan mendoakanmu. Sungguh engkau
adalah seorang ibu yang kuat dan tangguh. Kami akan tetap mengenangmu.
Salam Tembus
Langit....
Sands Casino | New Buffalo Hotel, Resort & Spa
BalasHapusPlan your next event or meeting at Sands Casino in 제왕카지노 New Buffalo, NY. 온카지노 Check out total event space, meeting septcasino rooms, and request a proposal today.