LUTFHI ARYA FIRDAUS

Lutfhi memang mengalami masalah
kesehatan sejak lahir. Terlahir dalam keadaan terlambat satu minggu dari jadwal
kelahiran membuat bayi ini harus dilahirkan lewat proses dipacu, karena
terlambat beberapa menit saja mungkin nyawa Lutfhi tak terselamatkan. Lahir di
RS. PKU MUHAMMADIYAH WONOGIRI Lutfhi terlahir dalam keadaan tak bisa menangis
untuk beberapa waktu karena terlanjur minum air ketuban ibunya. Untuk
menyelamatkan nyawanya, Lutfhi segera dirawat di inkubator dan dipasang beberapa alat bantu, baik alat
bantu pernapasan ataupun alat bantu makanan. Selama 5 hari di inkubator Lutfhi
menjalani perawatan dan fisiotherapi agar bisa menyusu tanpa alat bantu selang.
Dinilai sudah sehat Lutfhi akhirnya diperbolehkan pulang.
Masalah mulai muncul saat Lutfhi
baru berusia satu minggu. Awalnya mulai ditemukan bercak warna merah di telapak
kaki seperti keloid. Tapi lama kelamaan tumbuh lagi dibeberapa tempat. Lutfhi
sempat dibawa ke dokter dan dari penjelasan dokter waktu itu menyatakan bahwa
seiring bertambahnya usia bercak merah itu bakal hilang dengan sendirinya. Tapi
ternyata keadaan tak seperti itu adanya, semakin bertambah usia becak –bercak
di kulit itu semakin banyak bahkan justru berbentuk benjolan seperti daging
tumbuh. Bukan hanya itu saja, Lutfhi juga sering sakit, panas, batuk, pilek,
tak ada hentinya. Usia 3 bulan Lutfhi dibawa ke salah satu Dokter specialis
anak di Wonogiri bahkan sempat dirujuk untuk dirawat di RSUD WONOGIRI. Analisa
sementara waktu itu Lutfhi mengalami pneumonia atau infeksi paru-paru. Tak
hanya itu saja Lutfhi dikhawatirkan menderita kanker kulit. Untuk memastikan
kondisinya pihak RS menyarankan untuk melanjudkan pengobatan ke RS yang lebih
lengkap tim dokter ahlinya, dalam hal ini RSD. Moewardi lah yang ditunjuk. Tapi
karena ketiadaan biaya, keluarganya hanya pasrah. Untuk sekedar berobat di RSUD
WONOGIRI saja keluarga harus menunggu punya uang dulu, terbayang dalam pikiran
mereka mereka berapa banyak biaya yang
harus mereka keluarkan untuk pengobatan ke Solo.
Tak mendapat pengobatan selama
kurang lebih 8 bulan sudah pasti membuat kondisi Lutfhi semakin buruk. Lemah, dan
menderita gizi buruk. Lutfhi sebenarnya sudah memiliki BPJS, tapi untuk mengangsur BPJS sebesar Rp.25.500,-
saja mereka tak mampu. Tim SR mendapatkan informasi soal Lutfhi dari salah satu
bidan desa dan petugas TKSK Selogiri. Benar saja, pada saat dilakukan survey
kami mendapati kondisi Lutfhi sangat memprihatinkan. Lemah, kurus, tak ada
senyum sama sekali diwajah mungilnya. Angsuran BPJS pun nunggak 5 bulan sampai
membuat kartu tak bisa dipakai karena sempat dinonaktifkan. Kamipun segera
mengurus pengaktivan kembali BPJS nya dengan melunasi semua tunggakan termasuk
membayar premi bulan berikutnya.
Setelah semua berkas lengkap kami
segera membawa Lutfhi berobat kembali ke RSUD WONOGIRI. Pengobatan pertama
setelah sempat terhenti selama 8 bulan. Melihat kondisinya pihak RSUD WONOGIRI
segera merujuk ke RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Kami pun bergerak membawa Lutfhi ke
RSD.MOEWARDI. Tak berbeda dengan RS sebelumnya, pihak RSD.MOEWARDI segera ambil
tindakan cepat. Hari itu juga Lutfhi langsung diminta menjalani rawat inap. Beberapa test
langsung dilakukan karena Lutfhi dicurigai menderita beberapa penyakit.
Beberapa dokter specialist juga ikut terlibat dalam penanganan Lutfhi. Mulai
dokter anak, hematologi, paru, jantung, urologi dan syaraf ikut melakukan
pemeriksaan. Diagnosa awal Lutfhi menderita hemangioma kapiler,infeksi
paru-paru, kelainan jantung, microtestis, bahkan curiga ke arah microcepalus
mengingat ukuran kepalanya yang kurang untuk anak seusianya. Test darah, USG,
Rongent, EKG, bahkan CT Scan dijalani saat rawat inap selam 18 hari. Hasilnya
Lutfhi hanya menderita hemangioma kapiler itupun tak begitu membahayakan dan
kelainan jantung. Sementara untuk paru-paru dinyatakan tak ada masalah, masalah
pernapsan yang sebenarnya justru disebabkan karena kelainan jantungnya.
Mikrocepalus juga tak ditemukan karena dari hasil CT Scan tidak ditemukan
kelainan hanya karena faktor kurangnya BB saja. Akan tetapi ada kecurigaan yang cukup
mencengangkan. Lutfhi dicurigai menderita kelainan kromosum yang memungkinkan
dia mengidap satu diantara syndrom 9. Dan untuk mengetahui kepastian sakitnya
Lutfhi disarankan menjalani test , hanya saja biaya test tak murah dan tak
tercover BPJS. Bahkan test hanya bisa dilakukan di Jakarta. Sementara tanpa
kepastian hasil test tim dokter tak bisa mengambil langkah pasti untuk
pengobatan selanjutnya. Sementara ini
Lutfhi menjalani pengobatan rawat jalan dengan diberi obat jantung
sambil tetap menjalani observasi dan evaluasi. Untuk msalah kelainan kromosum
ini Lutfhi ditangani oleh dokter endokrin anak. Itu artinya saat ini Lutfhi
ditangani 4 dokter spesialis, yaitu dokter specialis anak, jantung, hematologi
dan endokrin anak.
Semoga saja setelah diketahui
penyakit yang sebenarnya Lutfhi segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Sedekaholic ...Lutfhi membutuhkan uluran tangan kita untuk kesembuhannya. Orang
tuanya yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan sangat kesulitan membiayai pengobatan Lutfhi.
Biaya berobat ke Solo juga tidaklah sedikit. Apalagi biaya menjalani test ke
Jakarta sudah pasti akan membutuhkan banyak memakan biaya, karena bagaimanapun
mereka membutuhkan biaya untuk keseharian selama mereka di Jakarta. Belum lagi
susu yang dikonsumsi Lutfhi pun khusus. Kedua orang tua Lutfhi terpaksa harus
bekerja semua demi membiayai hidup, sementara Lutfhi diasuh neneknya di rumah.
Belum lagi kakek Lutfhi saat ini juga sedang menderita stroke, mau tak mau
beban orang tua Lutfhi pun jadi bertambah. Tak heran, untuk membayar premi BPJS
per bulan pun mereka kesulitan.
Masa depan Lutfhi masih panjang,
disaat anak seusianya sudah bisa belajar berjalan, dia hanya berbaring lemah
karena kondisinya. Keterlambatan dalam tumbuh kembangnya karena dipengaruhi
oleh sakitnya. Semoga denganpengobatan yang akan dijalaninya nanti Lutfhi
mendapat kesembuhan dan bisa normal seperti anak seusianya.
Salam Tembus Langit....
Donasi Buat Lutfhi
BCA: 84655-23456
Mandiri: 137-00111-0011-8
a/n: Sedekah Rombongan
Kurir: 085329907666 (Nonis MS)